Rabu, 26 November 2014

Horok-horok Makanan Khas Jepara

Horok-horok adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung pohon aren. Horok-Horok adalah makanan yang tergolong langka, di karenakan Horok-horok umumnya hanya ditemukan di Jepara, Sulit bahkan tidak dapat ditemukan di luar Jepara. Horok-horok umumnya dimakan dengan Sate Kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Selain itu dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur. Bentuknya butiran-butiran kecil menyerupai busa styrofoam yang kenyal dengan rasa sedikit asin. Untuk memperoleh pohon aren, para perajin asal Jepara sampai berburu ke luar daerah, seperti ke Rembang, Pati dan Blora. Tepung aren ini, setelah dibersihkan, kemudian dikukus hingga matang dan setelah didinginkan, Horok-horok akan bertekstur kenyal. Bagi masyarakat Jepara Horok-Horok merupakan sumber karbohidrat masyarakat Jepara sebagai pengganti nasi atau lontong. Dan sekarang sudah banyak remaja jepara yang berkreasi untuk mengolah berbagai jajanan dengan kombinasi horok-horok.




sumber: id.wikipedia.org/wiki/Horok-Horok

Sabtu, 04 Agustus 2012

ARFANSYA FURNITURE

ARFANSYA FURNITURE adalah salah satu perusahaan di Jepara yang menyediakan berbagai kerajinan dari kayu, ksususnya untuk meja-meja kantor dan dapat membuat sesuai pesanan. untuk pelayanan bisa langsung ke CP 089 668 273 633.






Kamis, 15 Maret 2012

JEPARA KOTA

Sejarah Pantai Bandengan

Menurut catatan sejarah, pantai Bandengan ternyata masih terkait erat dengan kehidupan Pahlawan Nasional yang juga tokoh emansipasi wanita yaitu RA Kartini. Pantai ini menyimpan banyak kenangan manis buat putri Adipati Jepara kala itu. Gadis yang lincah dengan pangilan TRINIL ini semasa kecilnya sering sekali berwisata ke pantai ini bersama Bangsawan Hindia Belanda yaitu Ny. Ovink Soer (Isteri asisten residen) bersama suaminya. Pada saat liburan pertama menjelang kenaikan kelas, mereka selalu mengajak RA Kartini beserta adik-adiknya Roekmini dan Kardinah untuk menikmati keindahan suasana pantai
Menjelang dewasa, RA Kartini sering datang ke pantai ini untuk merenung dan mencari inspirasi. Dalam keluh kesahnya yang sering disampaikan lewat surat kepada temannya, Stella di negeri Belanda, Kartini kerap kali menceritakan indahnya Pantai Bandengan ini. Selain itu Pantai Bandengan merupakan tempat yang pernah mengukir sejarah perjalanan cita-cita RA Kartini. Di sini RA Kartini dan Mr. Abendanon pernah bertemu untuk mengadakan pembicaraan empat mata berkaitan dengan permohonannya untuk belajar ke negeri Belanda, meskipun akhirnya secara resmi permohonannya kepada pemerintah Hindia Belanda ditarik kembali dan biaya yang sudah disediakan untuk RA Kartini diberikan kepada pemuda asal Sumatera yaitu Agus Salim (KH. Agus Salim alm.).
Sementara itu dikisahkan bahwa obyek wisata Pantai Bandengan memiliki keterkaitan dengan legenda asal usul Kepulauan Karimunjawa. Dalam legenda disebutkan bahwa karena terdorong rasa prihatin akan perilaku anaknya yang nakal/bandel, maka Sunan Muria memerintahkan puteranya yaitu Amir Hasan pergi ke utara menuju sebuah pulau yang nampak (kremun-kremun) dari puncak Gunung Muria. Kepergian ini dengan tujuan untuk memperdalam sekaligus mengembangkan ilmu agama. Kelak pulau yang dituju itu dinamakan Pulau Karimunjawa. Dalam perjalanan itu sampailah Amir Hasan di pantai yang banyak terdapat paya-paya dan ikan bandeng. Sampai sekarang tempat ini dinamakan Desa Bandengan dan pantai yang terletak di desa itu disebut pula Pantai Bandengan
Lokasi
Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Kota Jepara, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia
tiket Harga

Sewa kano :
kecil ( Kapasitas 1 0rang ) Rp. 10.000 Max 2 Jam
Besar ( Kapasitas 3 orang ) Rp. 20.000 Max 2 Jam
Sewa Jetski ( Kapasitas 2 orang ) Rp. 120.000 / 15 Menit
Banana boat Rp. 30.000/orang
Kecil ( Kapasitas 5 orang)
Besar (Kapasitas 10 orang )
ATV Mini Rp. 20.000 / 30 Menit
Kereta wisata : Rp 3.000
Perahu wisata Pulau panjang : Rp 10.000
Berdasarkan peraturan daerah Kab.Jepara tentang retribusi tempat rekreasi tanggal 30 Desember 2010 :
PENGUNJUNG
Senin s/d Jum’at :
Anak :Rp 2.000,-
Dewasa :Rp 3.000,-
Sabtu s/d Minggu&Hari libur :
Anak :Rp 3.000,-
Dewasa :Rp 5.000,-
KENDARAAN
Sepeda motor : Rp 1.000,-( Titipan sepeda motor :Rp 3.000)
Sedan/Jeep/dan sejenisnya :Rp 2.500,-
Mini bus : Rp 5.000,-
Bus besar / Truk : Rp 10.000,-
*Pekan syawalan *
Anak : Rp 7.000,-
Dewasa : Rp 8.000,-

Senin, 12 Maret 2012

Kabupaten Jepara

Kabupaten Jepara, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Jepara. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa.

Kabupaten Jepara terletak di pantura timur Jawa Tengah, dimana bagian barat dan utara dibatasi oleh laut. Bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan daerah pegunungan.
Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yakni gugusan pulau-pulau di Laut Jawa. Dua pulau terbesarnya adalah Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Sebagian besar wilayah Karimunjawa dilindungi dalam Cagar Alam Laut Karimunjawa. Penyeberangan ke kepulauan ini dilayani oleh kapal ferry yang bertolak dari Pelabuhan Jepara. Karimunjawa juga terdapat lapangan terbang perintis yang didarati pesawat berjenis kecil dari Semarang.